Memang judulnya sangat kontraversial dengan program pemerintah yang menggalakan posyandu. Tapi buat saya sangat menyarankan bagi orangtua yang memiliki balita harap waspada dengan posyandu. Saya bicara di sini sebagai warga Pesona Cilebut 2, Blok DB5 no 32 Cilebut – Bogor. Dan anak saya terdaftar di posyandu tulip di perumahan kami.
Kejadian yang membuat saya menuliskan cerita ini berawal dari tadi malam ketika istri saya bilang besok jadwal ke posyandu, dan ada program PIN (Pekan Imunisasi Nasional), dia bilang ke saya idak akan datang, karena kebetulan anak kami Gilang sudah lengkap imunisasi dasarnya, dan berencana akan ada imunisasi tambahan di bulan depan.Tapi saya lebih berfikir ke arah positif agar istri datang dan meramaikan posyandu tulip tersebut, lalu saya bilang ke istri saya datang saja ke sana tapi bilang kalau Gilang sudah dapat imunisasi lengkap, dan bilang jangan di suntik lagi. Akhir pembicaraan malam tadi istri saya setuju untuk datang ke posyandu dengan membawa catatan imunisasi Gilang.
Kurang lebih setengah jam lalu istri saya telpon, dan suaranya sedih dan emosinya meluap, dia kesal dengan posyandu tersebut yang tidak mau mendengar istri saya bicara, dan main suntik begitu saja Gilang. Apakah itu termasuk MALPRAKTEK ? perlu di ketahui minggu lalu Gilang masuk IGD di Hermina dengan kondisi panas sampai 40 derajat, dan itu seharusnya hal yang di tanyakan dulu oleh petugas sebelum main suntik. Istri saya kondisinya pada saat itu sudah menolak secara keras, tapi petugas tersebut malah membentak istri saya.
Maka dengan kejadian tersebut saya lebih menyarankan buat orangtua yang memiliki balita untuk “JANGAN PERNAH KE POSYANDU” sampai posyandu tersebut memiliki tenaga-tenaga yang profesional.
Untuk kasus saya sendiri, saya khawatir apabila nanti ada apa-apa dengan anak saya, apakah mereka akan peduli? apakah mereka akan bertanggung jawab ?
saya mohon untuk departemen kesehatan apabila melihat tulisan saya ini segera melakukan perbaikan-perbaikan berupa pembinaan yang benar untuk para petugas posyandunya.